A. HAK-HAK
  1. Setiap warga negara berhak mendapat pengajaran sesuai dengan UUD 1945 pasal 31.
  2. Setiap siswa berhak mendapat pendidikan yang ada, yang telah ditetapkan oleh sekolah.
  3. Setiap siswa berhak menikmati semua fasilitas pendidikan yang ada, yang telah ditetapkan oleh sekolah, menurut tata tertib yang belaku.
  4. Untuk menigkatkan atau memperbaiki situasi belajar mengajar di sekolah setiap siswa berhak berkonsultasi melalui prosedur yang telah ditetapkan.
B. KEGITAN INTRA KURIKULUM
I. Kehadiran

Kehadiran siswa di sekolah dalam kegiatan belajar, selambat-lambatnya lima menit sebelum pelajaran dimulai.

  1. Siswa yang terlambat:
    a. 10 menit diperkenankan masuk kelas dengan ijin tertulis dari guru pikiet, BP, Kepala Sekolah.
    b. Lebih dari 10 menit, dipulangkan (termasuk siswa yang selesai olah raga).
  2. Siswa yang tidak masuk sekolah karena sakit atau alasan penting lainnya, harus ada surat permohonan ijin dari orang tua atau wali (tidak dibenarkan lewat telepon).
  3. Bagi siswa yang tidak masuk sekolah lebih dari tiga hari berturut-turut karena sakit harus ada surat keterangan dokter atau surat khusus dari orang tua / wali.
  4. Setelah pelajaran berakhir (selesai) ketua kelas wajib menyerahkan absensi ke BP/BK atau ke kantor.
  5. Siswa yang tidak masuk sekolah tiga kali tanpa keterangan dan siswa yang bolos lebih dari satu kali akan diproses.
  6. Surat permohonan ijin dari suatu organisasi tanpa persetujuan orang tua/wali tidak berlaku untuk mendapatkan ijin dari sekolah.
II. Waktu Pelajaran Berlangsung
  1. Sebelum pelajaran pertama dimulai dan setelah pelajaran berakhir, para siswa wajib berdoa menurut iman dan kepercayaan masing-masing, dan siswa wajib memberikan hormat kepada guru, dengan mengucapkan selamat pagi/siang.
  2. Selama pelajaran berlangsung siswa harus menunjukkan minat dan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap pelajaran yang sedangan diajarkan oleh Bapak/Ibu guru.
  3. Siswa yang mau meninggalkan kelas karena suatu kepentingan pada saat pelajaran berlangsung, wajib minta ijin terlebih dahulu kepada guru yang memberikan pelajaran. Dan kalau hendak meninggalkan lingkungan sekolah wajib minta ijin kepada guru piket atau BP.
  4. Selama pelajaran berlangsung, siswa tidak diperkenankan berbicara/berkomunikasi dengan orang lain di luar kelas.
III. Waktu Tidak Ada Pelajaran (Jam Kosong)
  1. Pada jam istirahat siswa tidak diperkenankan berada didalam ruangan kelas.
  2. Pada saat jam kosong siswa tidak diperkenankan meninggalkan ruang belajar dan harus tetap belajar sendiri di dalam kelas / melaksanakan tugas guru bidang studi atau ke perpustakaan.
  3. Jika sampai pada waktu 10 menit guru belum juga hadir, maka ketua kelas segera melaporkan hal tersebut kepada guru BP atau kepala sekolah.
C. KEWAJIBAN
  1. Setiap siswa wajib turut menjaga dan memelihara lingkungan sekolah dalam bentuk 7K, yaitu: Keamanan, Ketertiban, Kebersihan, Keindahan, Kekeluargaan, Kerindangan, Keselamatan, dan Kesehatan.
  2. Setiap siswa berkewajiban memelihara halaman, gedung, peralatan, dan perlengkapan sekolah.
  3. Bagi siswa yang bertugas melaksanakan tugas yang telah ditetapkan sesudah pelajaran berakhir (Tugas Piket).
  4. Bagi siswa yang beragama Katolik wajib mengikuti Misa (Perayaan Ekaristi) pada setiap Jum’at pertama atau hari lainnya.
D. CARA BERPAKAIAN DAN BERHIAS
  1. Setiap siswa harus berpakaian: Rapih, Bersih, dan Sopan, serat lengkap dengan bet/simbol OSIS, tanda lokasi sesuai dengan peraturan.
  2. Pakaian seragam sekolah ditetapkan tiga macam, dengan ketentuan sebagai berikut:
    - Hari Senin dan Selasa: Baju putih, Celana/rok abu-abu (Putih - abu-abu)
    - Hari Rabu dan Kamis: Baju batik, Celana Biru (biru benhur)
    - Hari Jumat dan Sabtu: Baju coklat, celana/rok coklat (Pramuka)
    CATATAN:
    Baju tetap dimasukan, tidak diperkenankan memakai celana/rok levis, jeans dan sejenisnya, serta tidak diperkanankan memakai baju kaos.
  3. Siswa puteri tidak boleh berhias secara berlebihan.
  4. Siswa putera dilarang memakai : anting-anting, mengikat rambut, Rambut gondrong, Jabrik dan sejenisnya yang mencolok.
  5. Sewaktu-waktu sekolah akan mengadakan operasi khusus rambut, cara berpakaian dan lain-lain.
E. KEGIATAN EKSTRA KURIKULER
  1. Setiap siswa secara otomatis menjadi anggota OSIS
  2. Para siswa sesuai dengan minat masing-masing dijawibkan mengikuti minimal satu jenis kegiatan Ekstra Kurikuler yang dilaksanakan disekolah antara lain : Drum band, Volly Ball, Basket Ball, PMR, dan Seni Musik dan atau Paduan Suara .
  3. Upacara Bendera:
    a. Upacara Bendera setiap hari Senin maupun hari besar lainnya dipimpin oleh kepala sekolah atau guru yang ditunjuk / guru wali kelas.
    b. Pengurus OSIS ( Seksi Bela Negara ) berkewajiban mengatur serta melatih petugas upacara bendera dibawah bimbingan Pembina OSIS.
    c. Siswa yang terlambat atau tidak mengikuti upacara bendera akan diproses.
F. LAIN-LAIN
  1. Setiap Siswa wajib membayar Sumbangan Pembangunan Pendidikan (SPP) secara teratur paling lambat tanggal 10 bulan bersangkutan, sedangkan keuangan lainnya dibayar sesuai ketentuan.
  2. Para siswa yang melihat/menjalani kejadian-kejadian penting yang berkaitan dengan masalah sekolah, agar segera melaporkan kepada Kepala Sekolah atau guru BP.
G. LARANGAN-LARANGAN
  1. Setiap siswa dilarang membawa barang-barang terlarang ke sekolah seperti : Senjata Api, Senjata Tajam, Ganja dan Sejenisnya, Buku-buku Porno/barang dan Majalah yang Asusila, dan HP.
  2. Setiap siswa dilarang merokok dan minum-minuman keras.
  3. Siswa dilarang memasuki tempat-tempat yang merusak mental seperti: tempat PSK, tempat perjudian dan sejenisnya.
  4. Siswa dilarang melakukan perbuatan asusila baik dilingkungan sekolah maupun dimasyarakat.
  5. Siswa dilarang menikah selama menempuh pendidikan di SMAK. St. Gregorius Sumbawa Besar.
  6. Siswa dilarang mencoret, menulis atau mengotori gedung, dinding, kursi, meja, dan peralatan sekolah lainnya.
  7. Siswa dilarang mengecet rambut, bertato, berkuru panjang, mencorat atau mengambar pakai seragam.
H. SANGSI-SANGSI

Siswa yang melanggar tata tertip sekolah akan ditindak ( sangsi) yang dilaksanakan secara paedagogis oleh kepala sekolah atau guru yang ditunjuk berupa:

  1. Untuk pelanggaran ringan, diberi teguran lisan oleh wali kelas, guru BP, kepala sekolah.
  2. Untuk pelanggaran sedang, diadakan konsultasi dengan orang tua/wali siswa yang bersangkutan.
  3. Untuk pelanggaran berat, diadakan konsultasi orang tua secara tertulis, dan selanjutnya siswa tersebut dikembalikan kepada orang tua/wali untuk pembinaan lebih lanjut dalam batas-batas waktu tertentu (SKORSING) dan sekolah menerima kembali siswa bersangkutan setelah siswa dan orang tua/wali membuat pernyataan tertulis.
  4. Jika ada siswa terbukti melakukan perbuatan asusila dan atau menikah selama menempuh pendidikan di SMAK.ST. Gregorius Sumbawa Besar. dikeluarkan dari sekolah.
  5. siswa yang merusak fasilitas sekolah diwajibkan untuk mengganti/membayar fasilitas tersebut.
  6. Siswa yang sudah menjalankan sangsi tetapi masih melakukan/mengulangi pelanggaran, maka sekolah mengembalikan siswa bersangkutan kepada orang tua/wali (DIBERHENTIKAN/DIKELUARKAN).